Tripod merupakan salah satu peralatan “wajib” buat fotografi. Khususnya saat pencahayaan rendah seperti saat senja atau malam. Saya selalu gagal mendapatkan foto bagus di anzac bridge karena tidak memakai tripod. Tangan gemetar karena kamera cukup berat (atau karena sudah tambah tua yah) jadi sering blur. saya pingin beli tripod untuk teman hunting, tapi susah sekali memilihnya, karena berlawanan dengan hukum fisika. Lho?
Syarat utama tripod adalah stabil. Parameter inilah yang paling penting, karena dia harus menyangga kamera ditambah bila ada gangguan yang dapat mengacaukan stabilitas, seperti tiupan angin atau aliran air. Ditambah lagi ada tuntutan lain untuk tripod yaitu mesti ringan. Biasanya ini dipengaruhi oleh jenis bahan tripod, apakah aluminium, karbon atau yang lain. Nah, disinilah sulitnya, bagai melawan hukum fisika. Seperti kita ketahui, Barang yang ringan umumnya tidak stabil, rentan terhadap gangguan seperti tiupan angin atau aliran air. Kejadian teman saya yang kameranya pecah karena tripodnya ngguling tertiup angin. Wah itu bisa bikin menangis darah. Selain itu tripod ringan nyaman bila dibawa-bawa, enak untuk hunting. Disisi lain, tripod yang stabil umumnya berat (dan mahal hiks). Masak mau hunting serasa membawa karung beras? Ditambah lagi sebagai anak sekolah, harus tetap melaksanakan amalan dasa dharma pramuka butir ke 7 : “hemat, cermat dan bersahaja” hihihihi
Bingung juga. Pilih yang mana ya antara ringan dan stabil. Maunya kedua-duanya. Tapi kalau dua-duanya harganya jauh dari kantong. Sudah gatal pingin hunting lagi nih hehehe